Selasa, 19 Mei 2009

MENANGGAPI KEADAAN NEGRIKU

MENANGGAPI KEADAAN NEGRIKU
Oleh Andri Kusnadi

Di era medernisasi seperti sekarang ini hampir seluruh aspek kehidupan dibuat serba praktis, mudah dan serba elektronik, namun sangat disayangkan sekali hal tersebut hanya dirasakan oleh segelintir orang saja di negeri ini, karena faktanya masih banyak penduduk Indonesia yang tergolong miskin. Sungguh sangat miris sekali hati ini melihat hidup mereka yang serba susah “dicekik” zaman modern dan kebijakan yang tidak berpihak pada kaum bawah. Bagi mereka kehidupan modern yang serba mudah dan praktis masih menjadi impian dan angan-angan belaka, karena untuk mendapatkan sesuap nasi saja mereka harus bersusah payah dan terkadang sebagian mereka berlarian di jalanan menanti belas kasihan orang-orang kaya yang duduk santai di atas jok mobil mewahnya yang empuk itu. Kesusahan mereka bertambah lagi dengan harga-harga bahan pokok yang tak kunjung turun.
Keterbelakangan pendidikan dan kelaparan di sejumlah daerah pinggiran di Indonesia masih saja exsis namun kini kurang ter-expose di media masa dan media elektronik karena sibuk menayangkan janji-janji capres dan cawapres. Fenomena seperti ini memang membuat hati yang berjiwa sosial merasa sangat teriris, namun apalah daya jiwa sosial saja tidak cukup karena yang dibutuhkan di negeri ini adalah kepemimpinan yang pro kepada kesejahteraan rakyat. Selain itu dibutuhkan pula orang-orang kaya yang dermawan dan mempunyai jiwa sosial yang mantap sehingga mempunyai rasa peduli terhadap orang kurang mampu yang berada di sekitarnya. Biasa kita bayangkan apabila kita yang merasa orang mampu (kaya) di negeri ini peduli kepada kehidupan orang miskin bagaimana pun caranya*, maka dapat dipastikan tidak akan ada lagi kasus kelaparan dan fenomena anak-anak dan jompo-jompo tua yang hidup dijalanan.
Harus kita sadari dan tidak boleh diingkari kebenarannya bahwa kemiskinan tidak mungkin bisa dilenyapkan dari dunia ini karena sudah menjadi ketentuan ilahi bahwa kehidupan di dunia ini adalah berpasang-pasangan, sehingga tidak mungkin di muka bumi ini hanya ada kaum hawa saja atau kaum adam saja, begitu pula dengan si kaya dan si miskin yang selalu berdampingan di manapun berada. Masalahnya adalah bukan pada pembasmian kemiskinan, melainkan pertama adalah sejauh mana tingkat kepedulian dan rasa persaudaraan antara si kaya dan si miskin sehingga tidak akan terjadi lagi orang berbondong-bondong pergi umroh yang ke-2 dan ke-3 kali padahal orang-orang di sekitar mereka menderita kelaparan dan dililit hutang. Dalam hal ini bukan berarti bahwa si kaya memanjakan si miskin dengan memberikan “ikan” yang sudah dijaring, akan tetapi yang diharapkan adalah berilah mereka “jaring penangkap ikan” sehingga dapat mencari ikan sendiri. Kedua adalah harus di sadari juga oleh semua pihak bahwa ukuran miskin menurut saya adalah relative, artinya bahwa ukuran miskin di daerah atau di Negara yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Bisa kita lihat misalnya orang miskin di Negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang tidak sama dengan orang miskin di Indonesia, mungkin di Amerika atau di Jepang orang dikatakan miskin bila tidak mampu membeli rumah sendiri, mereka hanya mampu sewa apartemen saja, tetapi di Indonesia dikatakan miskin bila seseorang tidak mampu membeli bahan dan makanan pokok sehari-hari. Oleh karena itu visi dan misi capres dan cawapres adalah bukan untuk menghapuskan kemiskinan karena terdengar terlalu sombong dan melawan ketentuan Tuhan, akan tetapi kata yang paling tepat adalah meningkatkan kesejahteraan dan daya beli orang-orang yang dikatakan miskin yang tadinya tidak mampu membeli makanan dan bahan pokok menjadi mampu membeli bahan-bahan dan makanan yang mereka butuhkan dalam kehidupannya, yang tadinya tidak memiliki tempat tinggal yang layak menjadi layak huni atau bahkan lebih dari itu, sehingga tercapailah cita-cita bangsa yang tercantum jelas dalam undang-undang yaitu suatu keadilan dan kesejahtraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan semua cita-cita bangsa tersebut dibutuhkan adanya hubungan kerja sama yang kokoh dan harmonis antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat itu sendiri.
• PEMERINTAH Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera dibutuhkan para pemimpin yang rela mengorbankan kepentingan pribadinya dan dapat memberikan perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi rakyatnya, bersih dari bayang-bayang korupsi, demokratis, mampu melihat potensi yang dimiliki rakyatnya, dan memiliki mentalitas (kepribadian) yang mantap dan yang paling penting adanya kesinambungan antara pemimpin bangsa sekarang dan penerusnya, bukan untuk memulai dari nol lagi. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti untuk mewujudkan cita-cita bangsa tersebut diantaranya menyediakan lapangan pekerjaan yang optimal dan merata di seluruh kota dan daerah di Indonesia sesuai potensi yang dimiliki oleh daerah dan kota yang bersangkutan, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam kekayaan alam yang potensial yang seharusnya menjadi ladang penghasilan bangsa Indonesia. Kongkritnya pemerintah harus memberikan dukungan kepada para Petani, Nelayan, dan UMKM dalam bentuk bantuan modal dan pembinaan yang berkesinambungan serta financial policy (kebijakan keuangan) yang mampu menggerakan pertumbuhan sector rill yang signifikan, karena itulah potensi yang paling besar yang dimiliki negeri ini. Selain itu juga pemerintah mendatang harus mampu menciptakan pembangunan yang merata dan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian masyarakat daerah, sehingga diharapkan tidak terjadi lagi migrasi yang besar-besaran dari daerah ke kota hanya sekedar untuk mencari sesuap nasi.
• MASYARAKAT Salah satu partisipasi dari masyarakat dalam mencapai perubahan ke arah yang lebih baik adalah menjadi pribadi yang sabar dan benar serta memberikan dukungan kepada upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahtraan bersama bukan hanya sekedar berteriak dijalanan mendemo setiap kebijakan tanpa tahu tujuannya apalagi dibarengi dengan kekerasan yang tidak mencerminkan budaya bangsa. Hidup sabar dan benar maknanya sangatlah luas, Sabar artinya menyadari sepenuh hati dan menerima akan realita yang ada dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan suatu perubahan yang lebih baik. Sabar bukan berarti diam tanpa adanya usaha sedikitpun, Karena untuk mewujudkan suatu perubahan - dalam hal ini meningkatkan kesejahteraan bersama - pada sebuah organisasi yang disebut Negara diperlukan adanya usaha perubahan itu sendiri terutama pada individunya masing-masing (masyarakat), misalnya merubah diri menjadi individu yang kreatif, inovatif, mau bekerja, disiplin dan bersungguh-sungguh. Karena sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu bangsa sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Al- ra’du :11). Sedangkan hidup benar adalah hidup yang wajar dan tidak melanggar hukum yang berlaku dan tidak pula melanggar hukum-hukum dan ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.
Hidup di zaman sekarang tidak mudah dan bahkan tidak sedikit manusia rela melayangkan nyawanya sendiri dan orang lain karena ketidaktahanan dan ketidaksabaran menghadapi “kerasnya” kehidupan dunia akhir zaman ini. Namun bagaimanapun keadaan seperti sekarang sebenarnya sudah diungkapkan sejak 1500 tahun yang lalu oleh seorang Muhammad saw dalam hadist dan sunahnya. Oleh karena itu, menjalani hidup dengan sabar dan benar seharusnya menjadi ciri khas orang muslim khususnya masyarakat Indonesia yang notabene umat beragama.
Nampaknya ciri khas tersebut sudah mulai hilang dengan banyaknya kegiatan-kegiatan anarkis di negeri ini dengan dalih demokrasi, padahal demokrasi yang benar bukanlah demikian karana tidak satu ajaran demokrasi di dunia yang mengajarkan kekerasan.
Intinya kini saatnya bagi masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang baik dan bahu-membahu untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dengan menjadi pribadi yang baik, disiplin, kreatif, inovatif, dan bekerja keras untuk mencapai suatu perubahan ke arah yang lebih baik di masa yang akan dating. Itulah yang bisa kita lakukan untuk negeri ini.
• SWASTA Yang dimaksud dengan swasta disini adalah lembaga-lembaga yang jelas kegiatannya adalah profit oriented misalnya perusahaan-perusahaan blue chip di negeri ini. Pihak swasta dalam hal ini perusahaan-perusahaan merupakan salah satu sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Satu hal saja yang dapat dilakukan oleh pihak swasta tersebut dalam membantu mewujudkan kesejahteraan bangsa ini adalah agar lebih peduli terhadap lingkungannya baik lingkungan hidup maupun lingkungan sosialnya. Yang saya maksud dengan lilngkungan hidup adalah agar lebih peduli dengan keadaan alam terutama hutan Indonesia yang semakin sedikit agar terjadi ekosistem yang seimbangan sehingga tidak terjadi bencana-bencana yang merugikan masyarakat banyak diakibatkan oleh karena penebangan hutan dan hanya karena mementingkan keuntungan belaka. Adapun yang dimaksud dengan lingkungan sosialnya adalah agar pihak swasta lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitarnya untuk menghindari terjadinya kelaparan di pinggir gedung-gedung pencakar langit. Selain itu pula pihak swasta harus lebih peduli terhadap para karyawannya sehingga tidak terjadi lagi konflik kepentingan antara pengusaha dengan kaum pegawai di negeri ini.
Akhirnya penulis mengajak kepada semua bangsa Indonesia untuk lebih peduli dengan keadaan negeri ini dengan menjadi pribadi yang baik, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, disiplin, dan peduli terhadap sesama apapun profesi kita. Salam Negeriku…….

Wassalam

Selasa, 10 Juni 2008

invitation letter

dear Mr. Robert William

To improve the quality of our marketing division and to keep our relationship, we hope that you would attend the meeting to share your experience on marketing and you do not need to prepare presentation. the meeting will be held at :

time : 10.00 am - 12.00 noon
date : march 24 208
venue : the main conference room of AKBII (refreshment provided)

we will appreciate your attendance

thankyou

Selasa, 06 Mei 2008

GRAPH DESCRIPTION

The graph shows the production of motorcycle at Yamaha Company from 2000 to 2005. There was a rapid decrease in 2001 from about 780 units to 580 units, and than it increased gradually about 30 units before it decreased slightly in 2003 around 30 units. But in 2004 the production of motorcycle reached a peak, and then last year there was a gradual increase. The overall trend shows an increase in production in the span of 5 years

Selasa, 01 April 2008

Transaction

This is a negotiation proces between supplier and customer in international trading Bag.
Supplier Andri Kusnadi :
Cibaduyut Bag Center
Jl. Cibaduyut No. 56 Bandung
West Java Indonesia 40344

Customer Agus Candra :
Bag Collection Shop
Old Street no. 321 Kualalumpur
Kualalumpur Malaysia 6345

Customer (Mr. Agus)
I saw your advertisement in a recent website and catalogue monthly. I am interested in your product. Please send more details.

Supplier (Mr. Andri)
Thank you for your email received today. We supply kinds of bag, school bag, office bag, climb bag, and style bag.
Here this is details of our product :
School bag Rp. 300,000/dozen
Office bag Rp. 550,000/dozen
Climb bag Rp. 500,000/dozen
Style bag Rp. 400,000/dozen
We have been in business for more than five years and have some big store among our clients.



Customer (Mr. Agus)
Thanks for your prompt reply, I am interested in obtaining four kinds of bag, for our store( two school bag, one office bag and one climb bag). Would you give us a discount on an order of this kind? Also can you state your terns of payment as I could not find these on the document attached?

Supplier (Mr. Andri)
Further to your last email, I am happy to provide you with the information you need :
On an order for four kinds of bag we could give any discount. We believe our prices are very variety and especially for our best client. Our terms of payment is by credit card or transferring to our reck. No.012355668.

Customer (Mr. Agus)
I now have agreement of my manager to go a head with the contract. I am attaching our order as a word file. Please acknowledge receipt of this email and gives a delivery date a soon as possible.

Supplier (Mr. Andri)
Thank you for your cooperation and we will send your order at 5th April 2008. we attach an invoice and please pay this by transfer to our advising Bank (BNI BANK). Thank you

Jumat, 14 Maret 2008

Aplication Letter


Jl. Ir. H. Djuanda No.343

Bandung, 20 February 2008

Jl. Asia Afrika No. 12

Dear Sir/Madam

Firs of all, I would like to introduce myself, my name is Andri Kusnadi, a male of 20 years old. I graduated from the Indonesia international finance and business academy on 12th July 2007 majoring in banking and finance with an excellent grade.

I am writing to you concerning my interest to work as financial staff at PT. Maju Makmur Bandung which was advertised in daily paper Pikiran Rakyat of 19 February 2008. I am eager to explore the excellent opportunity to get new experiences. I understand accounting and taxes;
I have good command in English and Japanese, I have good ability in using MyOB accounting program, I have managerial and leadership competence with excellent interpersonal and communication skills. I believe that my skill in accounting combined with my other skills, as you can see in my CV, could be valuable.

For your consideration, I have enclosed CV, copy of academic transcript and course certificate. I am available for a test and an interview at anytime convenience to you. Looking forward to hearing from you soon.

Sincerely yours,

Andry kusnadi

Jumat, 22 Februari 2008

Greeting for someone

Greeting for someone you don’t know yet

Hi…mary how do you do ? I am Andri and I know your email address from Mrs. Finita.

By the way I am a college student in Bandung, my major is Financial And Banking. Do you know that Indonesia in famous with it’s badminton players, so my hobby is playing badminton. How about you, mary ? do you play badminton ?

mm……will you let me know where you live exactly ? I live in Bandung, some people say that Bandung is cool, but I think it isn’t, because the trees are cut by irresponsible people. So Bandung is hot now, even in rainy season. How about your city’s weather ?

Ok mary, I’ll wait for your reply

See ya….